ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Membuat Konten Instagram Yang Bervalue

Pastinya kita semua tau, ketika kita membuat konten di instagram kita harus memberikan VALUE, setuju?

Tapi, apa sebenarnya Value itu? Value yang dimaksud itu seperti apa si?

Value atau konten yang bermanfaat dikategorikan dalam 4 kategori, yaitu :

  • Edukatif 
  • Entertain
  • Inspiratif
  • Informatif

Namun ini secara garis besarnya saja. Intinya adalah :

“Masalah apa yang  kamu ingin bantu selesaikan untuk audiens kamu”

Contohnya seperti ini :

Audiens kamu adalah orang-orang yang memiliki masalah dengan berat badan, maka konten konten yang kamu berikan dapat berupa :

  • Tips diet.
  • Tips olahraga untuk berat badan 80kg ++.
  • Makanan sehat setiap harinya.

Secara tidak langsung konten kamu menjadi bervalue untuk mereka bukan? Namun, berlaku juga sebaliknya, konten kamu tidak bervalue bagi orang yang tidak memiliki masalah berat badan.

Jadi pada dasarnya konten yang bervalue adalah “konten yang mampu menyelesaikan masalah audiens-nya”. Sampai sini pastinya kalian setuju kan? Nah, jadi mulailah membuat konten yang bervalue, yang mampu memecahkan masalah audiens kamu atau menjadi titik terang atas apa yang mereka butuhkan. Meski bukan hal yang mudah tentunya, namun kamu bisa mempelajarinya.

Nah, jika kamu ingin belajar lebih jauh kamu bisa bergabung di Kelas Instagram Organik dengan 20.000+ partisipan lainnya. Agar kamu bisa mengembangkan instagram kamu lebih terarah.

Silahkan klik link di bawah ini ya :

Kelas Instagram Organik Niko Julius

Konten Instagram Sudah Bagus, Tapi Engagement Rate Rendah?

Konten instagram sudah bagus tapi engagement masih rendah, apakah kamu pernah mengalaminya?

Sudah bersusah payah mendesain konten, editnya lama, mencari ide dan menyusun kata yang tentunya tidak mudah, bahkan sampai membayar jasa desain dan ide konten, tapi Interaksi atau Engagement Rate (ER) nya tetap saja rendah.

Buat kamu yang belum tau ER, ER adalah Engagement rate ya, yaitu banyak interaksi yang terjadi di postingan instagram kamu. Untuk cara menghitung ER yaitu :

Like + Komen + Share + Save : Reach x 100.

Terus apa yang salah ya, ketika ER kita rendah?

Kenapa bisa Interaksi / ER nya rendah?

Sebenarnya yang dinamakan bagus itu subjektif, betul kan? Apa yang menurut kita itu bagus, belum tentu menurut orang lain atau audiens kita merasakan bagus juga.

Yang paling penting sebenarnya, apakah konten kamu itu bermanfaat buat banyak orang atau audiens?

Sebab, soal desain konten hanyalah bumbu saja atau optimasi, yang terpenting tetap di isi kontennya.

Apakah konten kamu mampu membantu mereka untuk dalam mencapai tujuan atau memenuhi kebutuhan mereka? Jika kamu membuat konten yang bermanfaat, potensi untuk mendapatkan interaksi juga semakin bagus kok.

Jadi mulai sekarang jangan salah fokus lagi ya. Desain itu hanya bumbu saja, memang bumbu juga penting, tapi tetap isi di dalamnya juga tidak kalah penting, kita tetap harus memprioritaskan isi konten terlebih dahulu, baru kemudian kita bumbui dengan desain konten yang keren.

Oya, jika kamu mebutuhkan pembelajaran lebih lanjut mengenai pengembangan instagram secara organik, kamu bisa belajar di kelas instagram organiki by Niko Julius melalui link di bawah ini. Materi yang diberikan bagus banget dan rekomended buat kamu yang ingin mengembangkan instagram secara organik.

Kelas Instgram Organik Niko Julius

Semoga bermanfaat.

Konten Yang Sebaiknya Kamu Posting Di Instagram

Ketika kamu mulai aktif di instagram, apakah kamu pernah mengalami kendala seperti ini?

“Bingung mau posting Konten apa?”

Itu sangat wajar kok. Banyak orang juga mengalami hal yang sama ketika ingin memaksimalkan instagram mereka.

Sebenarnya, ada beberapa tips agar kamu tahu apa yang harus kamu posting di instagram kamu dan tidak bingung lagi.

Yang terpenting, kamu harus tau dulu apa tujuan kamu menggunakkan instagram. Branding apa yang ingin kamu bangun?

  • Apakah Jualan?
  • Apakah Bisnis / Personal Branding?

Misal jika kamu menggunakkan instagram untuk membangun personal branding, dan ingin membangun personal branding sebagai seorang digital marketer, yang kamu mulai dari copywriting, maka konten-konten yang harus kamu berikan adalah fokus dengan konten edukasi.

Meskipun memang terkadang ada konten-konten seperti inspirasi, hiburan dan informasi. Atau lebih gampangnya sih, kamu membantu audiens kamu / followers kamu, mereka mendapatkan apa dari konten kamu?

Nah, konten-konten itulah yang kamu posting setiap harinya. Bagaimana kamu membantu audiens kamu mencapai goal / tujuan yang mereka inginkan atau mereka butuhkan.

Mungkin jika kamu bingung mau posting konten apa, sekali lagi cobalah kamu tarik mundur apa tujuan kamu mengembangkan instagram ya. Setelah kamu tau apa tujuan kamu, kamu bisa melengkapinya dengan strategi-strategi mengembangkan instagram secara organik. Jika kamu punya komitmen mempelajari dan menerapkan strateginya, bukan tidak mungkin instagram kamu bisa berkembang dengan baik dan tidak menutup kemungkinan bisa kamu monetize juga loh, mengingat saat ini sudah banyak konten kreator yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah berbekal instagram.

Kamu bisa mulai belajar mengembangkan instagram secara organik melalui link di bawah ini ya, semoga bisa bermanfaat buat kamu.

Kelas Instagram Organik by Niko Julius

Open chat
Ada yang ingin ditanyakan?