ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Mana Yang Lebih Bagus Untuk Jualan? Instagram Atau Marketplace?

Hai kamu, apa kabar? Semoga sehat selalu ya.

Dengan adanya teknlogi internet yang semakin canggih seperti sekarang ini, semakin memudahkan kita untuk bisa mengembangkan sebuah bisnis sendiri. Tidak usah yang muluk-muluk dulu, seperti berjualan online misalnya. Saat ini kita bisa dengan mudah berjualan produk tanpa bertatap muka dengan pembeli dan terpisah jarak yang jauh sekalipun.

Dan era digital ini, media untuk berjualan online ada banyak sekali, mudah ditemukan dan tentunya canggih dan memudahkan bukan?

Entah itu di sosial media seperti Facebook dan Instagram, Search Engine Google, Social Engine Youtube, atau bisa juga di Marketplace yang sudah serba otomatis dan mudah.

Tapi pada kesempatan kali ini, saya hanya ingin membahas tentang Instagram dan Marketplace saja ya, untuk platform lain mungkin di lain kesempatan bakal saya buatkan artikelnya.

Marketplace sendiri sebenarnya lahir karena dilatarbelakangi semakin maraknya penipuan jual beli online. Sehingga mereka hadir sebagai solusi yang memfasilitasi atau mempertemukan penjual dan pembeli, sekaligus sebagai pihak yang menjamin agar transaksi yang dilakukan menjadi lebih aman.

Sedangkan Instagram ini sejatinya adalah platform media sosial, bukan jualan. Namun, nampaknya para pebisnis online melihat kesempatan dan potensi bagus untuk berjualan di platform media sosial. Setidaknya untuk urusan promosi, branding, atau product knowledge, media sosial bisa dimanfaatkan sebagai pemasok trafik.

Yang jelas, baik itu marketplace atau media sosial, keduanya bisa kita maksimalkan fungsinya.

Tapi tetap, kembali lagi nih ke produk kamu, tergolong atau jenis produk apa?

Apakah produk kamu,

  • Produk yang bisa menciptakan permintaan? atau,
  • Produk yang tidak bisa menciptakan permintaan?

Jadi, kamu juga perlu memperhatikan produk kamu itu seperti apa. Kalau bisa menciptakan permintaan, sebaiknya gunakanlah Instagram. Kalau tidak bisa menciptakan permintaan, gunakanlah Marketplace. Tapi tidak ada salahnya juga kok jika kamu menggunakan dua-duanya, toh kedua platform tersebut juga gratis kan? Jadi pakai saja.

Saat ini marketplace menjadi media berjualan online yang sangat populer dan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Kamu pasti sudah bosan kan melihat iklan promo gratis ongkir, flashsale, 11.11, 12.12, dan banyak kawan-kawannya, yang tujuannya tidak lain adalah menjaring pembeli sebanyak-banyaknya dan faktanya program tersebut sangat ampuh menghipnotis banyak orang untuk “bakar duit”. Bahkan, seseorang yang sebelumnya tidak memiliki niat berbelanja menjadi berbelanja, meskipun mungkin produk yang mereka beli tidak terlalu dibutuhkan.

Sangat powerfull bukan? Alhasil, era digital ini memang banyak pebisnis startup atau bahkan UMKM yang melek teknolgi juga memanfaatkan marketplace sebagai usaha untuk mendongkrak penjualan produknya. Kamu sendiri bagaimana? Apakah pernah menjual produk di marketplace?

Sayangnya, di marketplace ini ada isu yang cukup kuat, soal perang harga yang benar-benar bisa saling bunuh antar pelapak yang ada di marketplace, kalau sebuah isu itu kuat dan banyak orang tau, biasanya memang seperti itulah yang terjadi, beberapa pelapak dengan modal yang besar mungkin masih bisa bertahan, namun berbeda kondisinya untuk pelapak kecil yang tentu modalnya juga terbatas.

Namun jika kamu memilih untuk menggunakan platform media sosial, ada baiknya kamu kuasai terlebih dahulu strategi-strategi dalam mengembangkan media sosial, khususnya instagram. Mengapa? karena kamu tidak serta merta langsung bisa mendapatkan trafik tinggi dari sosial media kamu, melainkan ada banyak hal yang perlu kamu terapkan agar media sosial kamu seperti instagram, mampu mendatangkan trafik tinggi, yang nantinya bisa kamu jadikan sebagai aset untuk kamu bisa mengembangkan bisnis kamu ke arah yang lebih baik.

Mengembangkan media sosial? Memangnya media sosial bisa dikembangkan ya?

Tentu saja bisa. Seperti yang sudah saya katakan di atas, media sosial aktif dan berkembang dengan baik mampu mendatangkan trafik yang tinggi. Jika di instagram, trafik itu akan datang dari jumlah followers kamu yang sangat banyak. Nah, masalahnya untuk mendapatkan followers banyak di instagram bukan hal yang mudah kan? Saya rasa semua orang setuju. Itulah mengapa kita harus terlebih dahulu mengembangkan media sosial kita lebih terarah, dengan strategi-strategi yang tidak sembarangan juga.

Namun terlepas dari itu, tidaklah mutlak harus menerapkan strategi-strategi khusus agar media sosial bisa berkembang, namun hal itu juga hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu saja, seperti public figur ternama, pastinya kamu setuju, mereka tidak memerlukan strategi khusus untuk bisa menjaring jumlah followers yang banyak. Lihatlah mereka, karena jumlah followersnya yang banyak, memmbuat banyak perusahaan besar yang memakai jasanya untuk paid promote ataupun endorse. Alasannya sudah jelas, karena trafik yang tinggi. Bahkan bagi pucblic figur itu sendiri, mereka dengan mudah bisa mempromosikan brand mereka sendiri karena sudah memiliki basis masa atau fans.

Tapi tenang, meskipun kamu bukan public figur, melainkan hanya seorang pebisnis startup atau bahkan UMKM, kamu tetap bisa mengembangkan media sosial kamu kok. Tentunya dengan menerapkan strategi-strategi atau kiat-kiat khusus yang proven. Kamu bisa menunjukkan kepada orang-orang sisi expertise atau keahlian kamu. Ketika kamu sudah mendapat kepercayaan dari orang-orang atau pengikut kamu, bahwa kamu memang expert di bidang tertentu kamu akan lebih mudah mengajak mereka untuk melakukan aksi tertentu. Jika kamu memiliki produk, kamu akan lebih mudah mengajak mereka untuk membeli produk kamu.

Nah, jadi bagaiamana? Apa yang bakal kamu lakukan untuk bisnis atau usaha kecil-kecilan kamu? Jika kamu memiliki produk untuk dijual, mulailah untuk menentukan, kamu mau berjualan dimana? Platform mana yang sekiranya bisa menjangkau banyak pembeli?  Terlepas dari itu semua, komitmen sangat penting dan dibutuhkan ya, tanpa adanya komitmen akan sangat sulit untuk menggapai apa yang kita inginkan.

Kelas Instagram Organik

Jurus Ampuh Jualan Di Instagram

Jurus ampuh jualan di instagram ini merupakan materi yang cukup bagus dan berbobot. Kenapa materi ini bagus dan berbobot? Saat ini masih sangat jarang sekali yang membahas tentang materi ini, apalagi yang mempraktekan cara ini. Sadar gak sadar masih banyak yang belum tau strategi ini loh.

Umumnya, yang dilakukan seseorang ketika berjualan di instagram adalah :

Posting product > datengin pengunjung (bisa dengan beriklan, ataupun paid promote dan endorse) > lalu menunggu productnya terjual, betul kan?

Sebenarnya, ada loh cara yang jauh lebih ampuh untuk sukses jualan di Instagram. Lalu, seperti apa caranya? Jadi begini :

Bukan dengan produk ya, tapi “pancing calon konsumen kamu dengan konten-konten yang relevan. Ya, kamu fokuskan agar mereka suka dan nyaman dengan kamu, melalui konten. Lalu kamu bisa mengumpulkan data mereka ke sebuah platform yang tidak potensi terancam dengan algoritma seperti (Whatsapp / Telegram). Intinya berikan mereka value dan buat mereka percaya dengan kamu terlebih dahulu, barulah kamu bisa jualan.”

Cara tersebut mungkin terkesan agak “ribet dan belibet ya” tapi alur seperti ini yang sebenarnya sangat-sangatlah efektif, karena sebelumnya calon konsumen kamu sudah memiliki kepercayaan nyaman terhadap kamu, meskipun ya, tidak semua industri bisa menerapkan alur ini dan untuk membuat konten-konten yang disukai juga tidak mudah pastinya.

Soal konten seperti apa yang bisa menarik perhatian dan disukai banyak orang, kamu memang harus banyak belajar dan praktik secara konsisten. Strategi membuat konten harus kamu kuasai sedikit demi sedikit, setelah mempelajari dan mempraktikkannya, kamu akan mendapatkan banyak data yang bisa kamu jadikan bahan evaluasi untuk pengembangan selanjutnya.

Jika kamu masih bingung dan banyak menemukan kesulitan, kamu bisa mengikuti kelas-kelas webinar bagaimana cara mengembangkan instagram, salah satunya dari praktisi instagram seperti Niko Julius, menurut saya materinya cukup bagus, dan padat berisi.

Kelas Instagram Organik

Open chat
Ada yang ingin ditanyakan?