ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Sekilas Tentang Stock Split Dalam Investasi Saham

SEKILAS TENTANG STOCK SPLIT
DALAM INVESTASI SAHAM

Baru-baru ini (ketika artikel ini dibuat) Bank Central Asia dengan Kode Emiten BBCA telah melakukan Stock Split sahamnya yang telah beredar dengan rasio 1:5. Ini merupakan sesuatu yang menarik, karena Stock Split dianggap sesuatu yang menguntungkan karena harga per lembar saham menjadi lebih murah. Nah sebenarnya apa sih Stock Split itu? Mengapa ada Stock Split? Sebenarnya materi mengenai Stock Split tidak terlalu urgent untuk didahulukan, namun karena bertepatan dengan adanya Stock Split BBCA 1:5, maka saya publish lebih cepat daripada materi lainnya. Yuk kita bahas bareng-bareng, dan momen Stock Split BBCA 1:5 saya jadikan sebagai model untuk pembahasan ya.

Sekilas Tentang Stock Split Dalam Investasi Saham

Saya jeda dulu sedikit, sebagai informasi saja, di setiap artikel yang saya buat saya berusaha menggunakan bahasa atau mengolah pembahasan sesederhana mungkin ya, tujuannya tentu agar lebih mudah dicerna oleh mereka yang masih sangat awam dalam investasi saham. Jika kamu ada saran dan kritik bisa disampaikan langsung lewat tombol Whatsapp yang tersedia di pojok bawah ya.

Kembali ke topik utama. Apa itu Stock Split Saham? Lagi-lagi OJK berperan nih, menurut laman OJK, Stock Split adalah aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan yang telah go public dengan memecah harga saham dengan rasio tertentu.

Ya, kita garis bawahi kata “memecah harga saham dengan rasio tertentu” ya, karena pada intinya Stock Split merupakan pemecahan lembar saham. Dipecah menjadi berapa? Pemecahan tergantung dari rasio yang telah ditentukan oleh emiten yang bersangkutan melalui berbagai proses sesuai dengan prosedur.

Pada Stock Split BBCA pemecahan dilakukan dengan rasio 1:5, itu artinya untuk setiap 1 lembar saham BBCA yang telah beredar, dipecah menjadi 5 lembar saham. Jika sebelumnya harga per lembar saham BBCA adalah Rp 35,000,-, maka dipecah menjadi 5 lembar saham yang masing-masing lembar harganya Rp 7.000,-. (Disini saya bulatkan harga sahamnya agar lebih mudah, jadi saya tidak menggunakan harga saham BBCA yang realtime). Untuk lebih jelasnya kamu bisa simak gambar di bawah ini sebagai ilustrasi.

Stock Split Saham

Prinsipnya, jika suatu emiten melakukan Stock Split maka jumlah saham mereka yang beredar menjadi lebih banyak, dan otomatis harga per lembarnya pun akan menyesuaikan jumlah lembar saham yang beredar. Saham BBCA yang beredar sebelumnya ada 25.000.000.000 (25 Milyar) lembar, setelah Stock Split 1:5, jumlah saham yang beredar menjadi 125.000.000.000 (125 Milyar) lembar. Kok bisa menjadi 125 Milyar? Ya jelas, karena setiap lembar sahamnya dipecah menjadi 5 lembar saham, jika semula 25 Milyar maka menjadi 125 Milyar dengan harga per lembar yang terpecah juga.

Mengapa ada Stock Split? Stock Split biasanya dilakukan karena beberapa alasan tertentu, seperti harga per lembar saham yang sudah mencapai harga tertinggi, serta untuk meningkatkan volume transaksi. Dengan adanya Stock Split harga per lembar saham menjadi lebih terjangkau dan tentunya akan menarik minat investor, sehingga memungkinkan volume transaksi akan meningkat, dengan kata lain sahamnya menjadi lebih likuid atau aktif diperdagangkan.

Nah jika kamu adalah pemegang saham BBCA, tenang saja, Stock Split tidak akan berdampak buruk untuk investasi kamu, karena tentunya jumlah saham yang kamu miliki (porsi kepemilikan) menjadi lebih banyak sehingga nilai investasinya tetap sama. Misalkan, semula kamu memiliki 100 lembar saham BBCA dengan harga per lembarnya Rp 35.000,-, maka setelah Stock Split, saham yang kamu miliki menjadi 500 lembar dengan harga per lembarnya Rp 7.000,-, coba saja kamu hitung, nilai investasimu akan tetap sama bukan? Jadi, tidak ada dampak stock split saham yang buruk bagi investasi kamu.

Bagi investor, terutama ritel (pemula), Stock Split juga menjadi momentum yang sangat bagus karena harga per lembar saham menjadi lebih murah. Apalagi Jika kamu investor baru yang sebelumnya sudah mengincar Saham Blue Chip seperti BBCA namun terbentur harga per lembar yang tinggi dan tidak masuk hitung-hitungan kamu, pastinya menjadi sangat terbantu dengan adanya Stock Split.

Menariknya lagi, jika kinerja perusahaan atau fundamentalnya bagus, bukan tidak mungkin di masa depan harga per lembar saham “setelah Stock Split” bisa kembali naik dan menyentuh harga yang sama seperti sebelum Stock Split. Maka, untuk momen Stock Split BBCA ini merupakan sesuatu yang sangat menarik mengingat BBCA merupakan salah satu Saham Blue Chip atau Big Cap, yang merupakan saham unggulan dan lebih aman untuk pemula serta tentunya menjadi rekomendasi untuk memulai berinvestasi saham.

Ada beberapa perusahaan yang sebelumnya sudah pernah melakukan Stock Split antara lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan beberapa perusahaan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.

Kesimpulannya, Stock Split merupakan pemecahan lembar saham yang pemecahannya tergantung rasio yang telah ditentukan dengan tujuan agar jumlah lembar saham yang beredar menjadi lebih banyak sehingga harga per lembar saham menjadi lebih terjangkau dan mampu memicu peningkatan volume transaksi. Namun perlu diingat, sebenarnya tidak semua momen Stock Split itu menarik ya, karena tetap saja tergantung dari emiten atau perusahaanya, apakah memiliki fundamental yang bagus? Ya, artinya fundamental tetap berperan penting ketika kamu berinvestasi saham, dan jangan pernah untuk diabaikan.

Sejauh ini, Stock Split dianggap sebagai momentum yang bagus, apalagi jika dilakukan oleh perusahaan yang bagus dan masuk dalam daftar saham jenis Blue Chip. Berbeda cerita jika yang terjadi adalah Reverse Stock Split, ini yang harus diwaspadai, umumnya jika suatu emiten memiliki rencana Reverse Stock Split, para pemegang saham mulai memikirkan untuk menjual saham mereka. Apa itu Reverse Stock Split? Akan dibahas di artikel berbeda ya.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Apa Itu Saham? Yuk Belajar Investasi Saham!

APA ITU SAHAM?
YUK BELAJAR INVESTASI SAHAM

Apa Itu Saham

Yuk, sedikit demi sedikit kita mengenal apa itu saham. Belajar bareng-bareng ya, sederhananya, saham merupakan surat berharga yang menjadi bukti kepemilikan atas suatu perusahaan, atau istilah lainnya bukti penyertaan modal di suatu perusahaan.

Menurut Bursa Efek Indonesia, “saham didefinisikan sebagi tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)”.

Orang atau pihak yang membeli atau menanamkan saham disebut dengan Investor atau pemodal. Meskipun mungkin hanya memiliki 1% dari jumlah saham yang diterbitkan oleh perusahaan, investor tetap dianggap sebagai pemilik perusahaan dan berhak atas aset perusahaan sesuai jumlah saham yang dimilikinya.

Pemodal atau Investor berhak menerima Dividen (keuntungan perusahaan) atas sejumlah saham yang telah mereka miliki. Pembagian dividen tergantung dari keuntungan perusahaan, dimana perusahaan bisa saja menahan pembagian dividen untuk alasan tertentu, bahkan tidak membagikan Dividen jika ternyata perusahaan mencatatkan kerugian.

Kita, sebagai masyarakat umum bisa membeli saham melalui Bursa Efek, yang dijembatani oleh perusahaan sekuritas untuk proses transaksinya. Untuk jumlah minimal saham yang bisa kita beli adalah 1 lot (1 lot = 100 lembar saham), jika kita membeli 100 lot saham perusahaan A, artinya kita memiliki  10000 lembar saham perusahaan tersebut.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Saham merupakan instrumen investasi yang cukup digemari banyak orang, meskipun memiliki resiko yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan instrumen lain seperti obligasi, deposito, ataupun emas. Namun karena resikonya yang tinggi, artinya berlaku juga sebaliknya, saham juga bisa memberikan keuntungan yang tinggi, baik itu dari Dividen (pembagian keuntungan perusahaan) maupun Capital Gain (Keuntungan dari kenaikan harga saham).

Saham beresiko tinggi? Betul, saham merupakan instrumen investasi yang tentunya memiliki resiko, dan resikonya bisa dibilang tinggi. Konsep kerugiannya adalah, ketika kita membeli saham perusahaan tertentu, yang kemudian harganya terus menurun, dan bahkan menurun tajam dan jauh dari harga beli kita (pada dasarnya, harga saham tidak akan turun hingga di bawah harga Rp 50,- per lembar), mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menjual rugi saham kita jika kita tidak yakin dengan fundamental perusahaan, atau menahan untuk jangka waktu yang sangat lama jika kita yakin harga saham akan membaik karena kita yakin fundamental perusahaan bagus dan berpotensi untuk membaik. Itulah pentingnya kita mempelajari analisis fundamental sebelum memutuskan untuk terjun di dunia investasi saham.

Selain analisis fundamental, kita juga wajib menguasai teknikal, manajemen keuangan, serta psikologi dalam berinvestasi. Jika kita menguasai poin-poin penting tersebut, maka akan meminimalisir resiko kerugian, dan bukan tidak mungkin investasi kita justru mendatangkan return atau keuntungan yang besar.

Lalu bagaimana cara membeli saham? Membeli saham saat ini juga sudah sangat mudah, siapapun bisa melakukan yang namanya jual beli saham, bahkan bisa melalui smartphone saja seperti kita berbelanja online. Seperti apa caranya bisa Anda baca di artikel berikut ini.

CARA MUDAH MEMBELI SAHAM

©️aditiarahargian.com

DILARANG KERAS MENYALIN KONTEN TANPA IZIN!

Cara Mudah Membeli Saham Untuk Pemula

CARA MUDAH
MEMBELI SAHAM UNTUK PEMULA

Pengin investasi saham? Tapi tidak tau bagaimana sih caranya untuk bertransaksi/jual-beli saham? Pertanyaan tersebut pasti akan muncul terutama bagi pemula yang mulai tertarik dengan investasi pasar modal di indonesia. Saham sebagai salah satu instrumen investasi saat ini memang kian diminati, terlihat dengan semakin banyaknya investor ritel, apalagi didukung dengan semakin mudahnya bertransaksi di era digital seperti sekarang. Selain itu efek pandemi yang membuat sektor riil terpuruk, membuat banyak orang mencari peruntungan lain, salah satunya di pasar modal.

BELAJAR INVESTASI SAHAM

Pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang mendapat perhatian lebih oleh banyak orang di era pandemi covid 19. Anjloknya harga saham akibat pandemi, direspon berbeda menjadi sebuah momentum atau potensi karena jika berkaca dari krisis 2008, pasar modal yang terpuruk mampu membaik dan justru mencatatkan All Time High. Krisis justru menjadi titik masuk yang baik bagi orang-orang yang mau membeli saham.

Tidak butuh waktu lama, memang kondisi pasar modal akibat pandemi bisa kembali membaik hingga di Kuartal IV 2020, seperti indeks saham BUMN20 yang mampu naik 25% sejak posisi penutupan akhir Kuartal III 2020. Di waktu itu pula banyak sekali orang/influencer dan bahkan forum investasi/kelas-kelas digital yang memperbincangkan dan mempromosikan saham sebagai instrumen investasi yang menjanjikan, arus informasi di media sosial juga turut berperan memberikan pengaruh dan mendongkrak minat berinvestasi saham.

Alhasil, investor ritel mulai tumbuh dengan pesat, tak terkecuali mereka yang belum tau sama sekali namun di pikirannya sudah terbesit keinginan untuk mulai berinvestasi saham. Namun, sebagai pemula tentunya tidak mudah bagi mereka untuk memulainya, ada banyak aspek yang harus dipahami dan diperhatikan agar investasi tidak berujung “buntung” bahkan terjebak dalam investasi bodong. Lalu, banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak dan pikiran mereka. Seperi salah satunya, pertanyaan yang paling sederhana, “bagaimana sih cara membeli saham itu?” dengan kata lain seperti apa sih mekanisme awal untuk bisa membeli saham?

Jika kamu adalah salah seorang yang memiliki pertanyaan yang sama, kita sudahi saja basa-basinya dan to the poin saja ya, untuk bisa membeli saham jaman sekarang itu sangat mudah. Seperti apa? Lanjut baca ya.

CARA MUDAH MEMBELI SAHAM

Bagi yang belum mengerti bagaimana sih bertransaksi atau jual beli saham dilakukan? Sebenarnya, semua orang sekarang bisa dengan mudah membeli dan menjual saham, bahkan cukup dengan menggunakan smartphone saja. Ya, kecanggihan teknologi jaman sekarang memang semakin memudahkan kita di banyak sisi kehidupan.

Untuk bisa bertransaksi saham, kita terlebih dahulu harus memiliki rekening saham atau akun RDN (Rekening Dana Nasabah) di sebuah perusahaan sekuritas. Ada banyak perusahaan sekuritas ternama di indonesia, seperti Mirae Asset Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, MNC Sekuritas dan masih banyak lagi. Saya sendiri memakai Mandiri Sekuritas yang proses membuka akunnya dulu harus ke KC Mandiri di kota saya.

Ya, dulu kita memang harus datang ke kantor perusahaan sekuritas, untuk membuka RDN, dengan proses yang cukup menyita waktu untuk mengisi berbagai formulir. Namun, seiring perkembangan jaman yang semakin canggih, untuk saat ini tidak perlu lagi, karena ada beberapa perusahaan sekuritas berbasis digital atau online yang proses administrasinya sudah full online. Tentunya perusahaan sekuritas ini sudah memiliki regulasi atau ijin ya, dari lembaga pengawas yang berwenang seperti salah satunya Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nah, salah satu perusahaan sekuritas yang cukup bagus dan sedang hits saat ini adalah Ajaib Sekuritas (Ajaib Investasi). Sekuritas berbasis digital ini mulai banyak digemari investor ritel pemula karena kemudahannya. Proses registrasi atau membuka RDN juga tentunya sudah full online tanpa harus ke kantor dan cukup melalui aplikasi Ajaib Sekuritas (Android/iOS). Proses registrasinya pun mudah, cukup mengisi data diri dan verifikasi data seperti kamu membuka akun-akun marketplace/bank/fintech lainnya. Untuk urusan regulasi, tentunya Ajaib ini sudah terdaftar di OJK.

Proses validasi atau verifikasi datanya sendiri berkisar antara 7-10 hari, ini waktu rata-rata hampir di semua perusahaan sekuritas dalam memvalidasi data calon nasabahnya. Setelah data kamu tervalidasi, kamu akan diberi notifikasi bahwa kamu sudah bisa mengisi saldo RDN untuk selanjutnya bisa memilih emiten dan mulai membeli saham semudah bertransaksi di marketplace.

“Tambahan : Di beberapa sekuritas ada pilihan Margin dan Non-Margin saat kita membuka RDN disarankan untuk memilih Non Margin, jika kita sepenuhnya menggunakan modal atau dana kita sendiri untuk berinvestasi.”

Cara Mudah Membeli Saham Pemula

Gambar di atas adalah contoh akun yang sudah terverifikasi dan siap atau bisa untuk membeli saham. Langkah selanjutnya kamu hanya perlu mengisi saldo atau Topup RDN kamu. Untuk Topup juga tidak sulit, semudah kamu Topup layanan e-wallet yang kamu pakai sehari-hari.

Selain saham, Investasi Reksadana Ajaib juga tersedia buat kamu yang ingin berinvestasi di Reksadana. Reksadana ini merupakan instrumen investasi yang cocok untuk kamu yang tidak mau pusing ketika berinvestasi, mengingat investasi seperti saham tentunya tidak mudah dalam menganalisa dan memilih emiten, apalagi untuk pemula. Reksadana bisa menjadi alternatif, semua dana yang kamu investasikan di Reksadana, sepenuhnya akan dikelola oleh manajer investasi dimana dana akan dialokasikan ke berbagai aset seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

“Ajaib Sekuritas bisa diibaratkan sebagai tempat jual beli saham. Sederhananya, Jika kita membeli produk atau barang kebutuhan sehari-hari secara online bisa kita lakukan di Marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan lainnya, maka untuk membeli saham kita bisa melakukannya di Ajaib Sekuritas.”

Sebelum membeli saham, tentunya kamu juga sudah punya gambaran investasi terlebih dahulu ya, seperti teknikal dan fundamentalnya, barulah kamu bisa memilih saham dari emiten apa yang sesuai dengan analisa terbaik kamu. Artikel ini tidak bertujuan mengajak untuk asal-asalan dalam membeli saham, pastikan kamu sudah cukup bekal atau pengetahuan seperti analisa teknikal, analisa fundamental, manajemen keuangan, dan bahkan psikologi investasi. Ketika kamu sudah memiliki semua bekal yang dibutuhkan, sangat direkomendasikan, bahkan wajib hukumnya.

“Tambahan : Saham berbeda dengan produk derivatif lain seperti valuta asing, saham merupakan bukti kepemilikan suatu perusahaan, seseorang bahkan bisa mempertahankan (hold) saham perusahaan tertentu dalam jangka waktu yang sangat lama dan hidup dari Dividen (bagi hasil) dari keuntungan perusahaan per tahun (di luar Capital Gain yang berpotensi terus tumbuh). Menarik bukan? Bisa jadi rekomendasi kamu juga, untuk memilih emiten yang membagikan Dividen (karena tidak semua emiten membagikan dividen), jadi selain Capital Gain jangka panjang, kita juga mendapatkan Dividen.”

Nah bagi teman-teman yang bertanya-tanya, sekarang sudah tau kan bagaimana langkah awal untuk bisa membeli saham? Mudah kan? Lalu bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk berinvestasi saham? Kalau saya sih, iyes ya, hehehe, daripada kita boros berburu barang-barang flashsale yang sebenarnya barang tersebut tidak terlalu kita butuhkan, alangkah baiknya kita alokasikan sebagian dana kita untuk berinvestasi.

“Gaji saya kecil, apakah saya bisa berinvestasi saham?”

Bahkan untuk seseorang dengan gaji UMR pun bisa berinvestasi saham, ada beberapa rekayasa investasi saham dengan gaji minim yang menurut saya bagus untuk dipelajari, seperti Dollar Cost Averaging (DCA), syaratnya kamu hanya perlu berkomitmen untuk bisa menyisihkan gajimu per bulan, niscaya capital gain akan sangat jauh lebih besar ketimbang bunga dari uangmu yang mendekam di deposito. DCA ini sangat direkomendasikan untuk dipelajari.

Kembali ke Ajaib, Ajaib Sekuritas ini sangat cocok untuk kamu yang tidak mau ribet datang ke kantor sekuritas untuk membuka RDN. Menariknya, ada juga bagi-bagi saham gratis Ajaib Sekuritas loh, lumayan kan? Penasaran? Langsung saja kamu buka RDN di Ajaib Sekuritas, dan raih kesempatan mendapatkan saham gratis jika mendaftar melalui link di bawah artikel ini. Tidak ada alasan lagi untuk tidak berinvestasi sejak dini. Inget kata Pak Sandiaga Uno, “saya tidak akan bisa kaya tanpa investasi, salah satunya saham”.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas
 

"Tanpa kita sadari, Investasi membuat kita saving banyak, dan menikmatinya di masa depan"

©️aditiarahargian.com

DILARANG KERAS MENYALIN KONTEN TANPA IZIN!

Open chat
Ada yang ingin ditanyakan?