ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Konten Instagram Kamu Untuk Siapa?

Kelas Instagram Organik

Hai kamu, apa kabar? Semoga baik-baik selalu ya.

Balik lagi ngomongin soal instagram nih, media sosial ini memang selalu menarik untuk dibahas, karena melihat potensinya saat  ini yang begitu bagus. Instagram mampu memberikan keuntungan apabila kamu bisa mengembangkannya dengan baik.

Nah buat kamu, yang ingin sekali mengembangkan instagram dan memiliki banyak followers instagram, pastinya kamu menyadari dong, kalau kamu harus membuat konten instagram yang menarik. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah kamu harus tau konten yang kamu buat itu ditujukan untuk siapa? Jika ada pertanyaan, “Kamu membuat konten untuk siapa sih?”, apakah kamu bisa menjawab?

Penting banget untuk kamu bisa menjawab pertanyaan sederhana tersebut, karena jika tidak bisa, kamu harus hati-hati! Loh kenapa?

1. Konten kamu tidak akan relevan dengan market.

Bisa diibaratkan begini, ketika kamu menjual suatu produk, namun target market kamu adalah semua orang, orang yang berusia 30 tahun ke atas dan 30 tahun ke bawah,  kamu samakan bahasanya, ide kontennya, dan pembahasan kontennya. Alhasil, konten instagram kamu akan rendah interaksi. Mengapa? Karena mereka tidak akan merasa RELEVAN dengan kamu. Jadi, penting banget ya untuk kamu tau, “Konten instagram saya untuk siapa sih?”

2. Setiap audiens punya masalah yang berbeda-beda.

Contoh Jika target market produk kamu adalah wanita, namun, usia yang berbeda, pekerjaan yang berbeda, latar belakang yang berbeda, pasti mereka punya masalah yang berbeda juga kan? Misalkan saja, wanita yang bekerja di kantor dan Mahasiswi, pasti mereka memiliki masalah yang berbeda. Wanita yang bekerja di kantor ingin wajahnya tetap lembab dan tidak kering karena berada di ruangan ber-AC terus menerus. Sedangkan wanita yang masih kuliah, ingin agar wajahnya tidak gampang berminyak dan terlihat “kumus”. Nah, tentunya, ide konten instagram yang kamu sampaikan juga harus berbeda bukan? Jadi kembali lagi, konten instagram kamu untuk siapa?

“Wah, ribet juga ya ternyata bikin konten di Instagram” Mungkin itu yang sekarang ada di benak kamu. Sebenarnya tidak ribet kok. Saat ini kamu masih merasa bingung karena kamu jalan sendiri atau masih OTODIDAK dalam usaha mengembangkan instagram kamu. Sebenanrnya otodidak juga bagus dan tidak masalah selama kamu komitmen untuk terus belajar, hanya saja akan membutuhkan waktu yang lebih lama hingga kamu bisa menemukan pola terbaik dalm mengembangkan instagram.

Kamu tetap membutuhkan orang yang expert, atau orang lain yang lebih dulu sukses, untuk dijadikan sebagai model. Dijadikan model artinya bukan mencontek hasil jadinya ya, melainkan mencontek bagaiman mana cara kerja mereka, proses apa yang mereka lakukan hingga mereka bisa mendapatkan pencapaian tertentu. Selain itu kamu juga bisa memanfaatkan resource yang kamu punya, di era digital ini tentunya kita semakin mudah untuk mempelajari sesuatu kan?

Kamu bisa bergabung di sebuah kelas webinar yang membahas soal pengembangan instagram dan biasanya dalam kelas tersebut juga ada komunitas untuk tujuan berdiskusi dengan teman-teman. Dengan begitu kamu akan bisa mendapatkan banyak inspirasi, khususnya mengenai konten instagram. Kamu bisa saja mendapatkan banyak hal-hal baru tentang bagaimana cara mengembangkan instagram dengan baik, seperti cara membuat konten instagram yang menarik, tips mengoptimalkan konten instagram, dan banyak ide konten menarik untuk instagram, serta strategi-strategi lain yang mungkin belum pernah kamu ketahui sebelumnya. Di komunitas tersebut, kamu tidak perlu sendirian lagi mencoba ini dan itu.

Kelas Instagram Organik

Mana Yang Lebih Bagus Untuk Jualan? Instagram Atau Marketplace?

Hai kamu, apa kabar? Semoga sehat selalu ya.

Dengan adanya teknlogi internet yang semakin canggih seperti sekarang ini, semakin memudahkan kita untuk bisa mengembangkan sebuah bisnis sendiri. Tidak usah yang muluk-muluk dulu, seperti berjualan online misalnya. Saat ini kita bisa dengan mudah berjualan produk tanpa bertatap muka dengan pembeli dan terpisah jarak yang jauh sekalipun.

Dan era digital ini, media untuk berjualan online ada banyak sekali, mudah ditemukan dan tentunya canggih dan memudahkan bukan?

Entah itu di sosial media seperti Facebook dan Instagram, Search Engine Google, Social Engine Youtube, atau bisa juga di Marketplace yang sudah serba otomatis dan mudah.

Tapi pada kesempatan kali ini, saya hanya ingin membahas tentang Instagram dan Marketplace saja ya, untuk platform lain mungkin di lain kesempatan bakal saya buatkan artikelnya.

Marketplace sendiri sebenarnya lahir karena dilatarbelakangi semakin maraknya penipuan jual beli online. Sehingga mereka hadir sebagai solusi yang memfasilitasi atau mempertemukan penjual dan pembeli, sekaligus sebagai pihak yang menjamin agar transaksi yang dilakukan menjadi lebih aman.

Sedangkan Instagram ini sejatinya adalah platform media sosial, bukan jualan. Namun, nampaknya para pebisnis online melihat kesempatan dan potensi bagus untuk berjualan di platform media sosial. Setidaknya untuk urusan promosi, branding, atau product knowledge, media sosial bisa dimanfaatkan sebagai pemasok trafik.

Yang jelas, baik itu marketplace atau media sosial, keduanya bisa kita maksimalkan fungsinya.

Tapi tetap, kembali lagi nih ke produk kamu, tergolong atau jenis produk apa?

Apakah produk kamu,

  • Produk yang bisa menciptakan permintaan? atau,
  • Produk yang tidak bisa menciptakan permintaan?

Jadi, kamu juga perlu memperhatikan produk kamu itu seperti apa. Kalau bisa menciptakan permintaan, sebaiknya gunakanlah Instagram. Kalau tidak bisa menciptakan permintaan, gunakanlah Marketplace. Tapi tidak ada salahnya juga kok jika kamu menggunakan dua-duanya, toh kedua platform tersebut juga gratis kan? Jadi pakai saja.

Saat ini marketplace menjadi media berjualan online yang sangat populer dan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Kamu pasti sudah bosan kan melihat iklan promo gratis ongkir, flashsale, 11.11, 12.12, dan banyak kawan-kawannya, yang tujuannya tidak lain adalah menjaring pembeli sebanyak-banyaknya dan faktanya program tersebut sangat ampuh menghipnotis banyak orang untuk “bakar duit”. Bahkan, seseorang yang sebelumnya tidak memiliki niat berbelanja menjadi berbelanja, meskipun mungkin produk yang mereka beli tidak terlalu dibutuhkan.

Sangat powerfull bukan? Alhasil, era digital ini memang banyak pebisnis startup atau bahkan UMKM yang melek teknolgi juga memanfaatkan marketplace sebagai usaha untuk mendongkrak penjualan produknya. Kamu sendiri bagaimana? Apakah pernah menjual produk di marketplace?

Sayangnya, di marketplace ini ada isu yang cukup kuat, soal perang harga yang benar-benar bisa saling bunuh antar pelapak yang ada di marketplace, kalau sebuah isu itu kuat dan banyak orang tau, biasanya memang seperti itulah yang terjadi, beberapa pelapak dengan modal yang besar mungkin masih bisa bertahan, namun berbeda kondisinya untuk pelapak kecil yang tentu modalnya juga terbatas.

Namun jika kamu memilih untuk menggunakan platform media sosial, ada baiknya kamu kuasai terlebih dahulu strategi-strategi dalam mengembangkan media sosial, khususnya instagram. Mengapa? karena kamu tidak serta merta langsung bisa mendapatkan trafik tinggi dari sosial media kamu, melainkan ada banyak hal yang perlu kamu terapkan agar media sosial kamu seperti instagram, mampu mendatangkan trafik tinggi, yang nantinya bisa kamu jadikan sebagai aset untuk kamu bisa mengembangkan bisnis kamu ke arah yang lebih baik.

Mengembangkan media sosial? Memangnya media sosial bisa dikembangkan ya?

Tentu saja bisa. Seperti yang sudah saya katakan di atas, media sosial aktif dan berkembang dengan baik mampu mendatangkan trafik yang tinggi. Jika di instagram, trafik itu akan datang dari jumlah followers kamu yang sangat banyak. Nah, masalahnya untuk mendapatkan followers banyak di instagram bukan hal yang mudah kan? Saya rasa semua orang setuju. Itulah mengapa kita harus terlebih dahulu mengembangkan media sosial kita lebih terarah, dengan strategi-strategi yang tidak sembarangan juga.

Namun terlepas dari itu, tidaklah mutlak harus menerapkan strategi-strategi khusus agar media sosial bisa berkembang, namun hal itu juga hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu saja, seperti public figur ternama, pastinya kamu setuju, mereka tidak memerlukan strategi khusus untuk bisa menjaring jumlah followers yang banyak. Lihatlah mereka, karena jumlah followersnya yang banyak, memmbuat banyak perusahaan besar yang memakai jasanya untuk paid promote ataupun endorse. Alasannya sudah jelas, karena trafik yang tinggi. Bahkan bagi pucblic figur itu sendiri, mereka dengan mudah bisa mempromosikan brand mereka sendiri karena sudah memiliki basis masa atau fans.

Tapi tenang, meskipun kamu bukan public figur, melainkan hanya seorang pebisnis startup atau bahkan UMKM, kamu tetap bisa mengembangkan media sosial kamu kok. Tentunya dengan menerapkan strategi-strategi atau kiat-kiat khusus yang proven. Kamu bisa menunjukkan kepada orang-orang sisi expertise atau keahlian kamu. Ketika kamu sudah mendapat kepercayaan dari orang-orang atau pengikut kamu, bahwa kamu memang expert di bidang tertentu kamu akan lebih mudah mengajak mereka untuk melakukan aksi tertentu. Jika kamu memiliki produk, kamu akan lebih mudah mengajak mereka untuk membeli produk kamu.

Nah, jadi bagaiamana? Apa yang bakal kamu lakukan untuk bisnis atau usaha kecil-kecilan kamu? Jika kamu memiliki produk untuk dijual, mulailah untuk menentukan, kamu mau berjualan dimana? Platform mana yang sekiranya bisa menjangkau banyak pembeli?  Terlepas dari itu semua, komitmen sangat penting dan dibutuhkan ya, tanpa adanya komitmen akan sangat sulit untuk menggapai apa yang kita inginkan.

Kelas Instagram Organik

Apakah Bikin Konten Instagram Viral Itu Susah?

Kamu sudah pernah punya konten viral? Atau belum sama sekali? Sudah berusaha bikin konten yang semenarik mungkin, tapi kok gak viral ya? Sering bertanya, gimana sih tips untuk membuat konten viral? Jangankan viral, dapet impresi bagus aja enggak.

Jangan emosi dulu hehe, viral ini memang mungkin sedikit ambigu ya, karena berbeda orang juga berbeda persepsi tentang viral ini bukan?

Kalau bagi saya, jika konten kamu menjangkau 50.000 orang ke atas, itu sudah termasuk Viral. Tapi untuk mendapat jangakauan sebesar itu bukannya sulit sekali ya? mungkin cuma bisa dilakukan oleh artis atau konten kreator lainnya.

Membuat konten viral ini memang “gampang-gampang-susah”, melihat konten orang lain sepertinya mudah banget untuk menjadi viral ya? Sedangkan kamu? Sudah cari-cari tips bikin konten viral di medsos sana sini, tapi tetap tidak ada hasil yang diharapkan.

Nah, sebenarnya, jika kamu tau caranya, membuat konten viral itu tidaklah susah loh. Masa iya sih?

Ya, semua ini ada cara tersendiri ternyata, bagaimana strategi-strategi yang diterapkan untuk bisa mendapat jangkauan yang besar dan konten kamu dikategorikan viral. Jadi memang tidak sembarang membuat konten yang menarik saja, namun ada poin-poin penting atau teknik membuat konten viral yang harus kamu pelajari terlebih dahulu, mungkin saja isi konten kamu memang menarik, namun jika kamu tidak tau cara mengoptimasinya, jangkauan pun tidak akan banyak.

Jika di beberkan di sini, rasanya satu atau dua artikel saja tidak cukup untuk mengupas semua strateginya, jadi saya ingin membagikan saja ke kamu kelas pembelajaran instagram terbaik untuk kamu bisa belajar mengembangkan instagram secara organik, dan kamu bisa memahami kebiasaan yang terjadi di instagram, termasuk menjadikan konten kamu viral dan mendapatkan banyak jangkauan. Untuk saat ini, Kelas Instagram Organik by Niko Julius menjadi kelas belajar instagram paling proven, materi yang diberikan pun daging banget dan tidak bertele-tele, serta mudah untuk dipahami.

Banyak strategi yang bisa kamu pelajari di Kelas Instagram Organik, yang sebelumnya tidak pernah kamu dan bahkan orang-orang ketahui. Penasaran? Silakan langsung cek saja Kelas Instagram Organik by Niko Julius melalui link di bawah ini. Jika kamu punya komitmen untuk belajar, membuat konten viral itu mudah.

Kelas Instagram Organik

Open chat
Ada yang ingin ditanyakan?