ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Upgrade Sepeda MTB Thrill Vanquish

Kamu pecinta gowes? Suka pake sepeda gunung atau mountain bike (MTB)? Setelah kamu berkecimpung di dunia gowes, khususnya yang menggunakan MTB, mungkin kamu merasakan dan berpikir, “ada yang perlu diupgrade nih komponen sepedaku”.

Upgrade Sepeda Thrill Vanquish

Untuk saya pribadi, sudah menikmati dunia MTB sejak beberapa tahun silam. Alhasil, sepeda pertama saya yaitu Thrill Vanquish 1.0 yang sampai saat ini masih saya pertahankan, sudah mengalami beberapa perubahan atau penyesuaian pada beberapa komponen, yang tentunya bertujuan agar penggunaannya menjadi lebih nyaman untuk saya.

Nah, mungkin saja, perubahan dan penyesuaian komponen pada sepeda saya atau dengan bahasa pesepedanya disebut “upgrade”, bisa menjadi inspirasi atau gambaran buat temen-temen yang ingin melakukan penyesuaian pada komponen sepedanya, khususnya untuk pengguna Thrill Vanquish Series, atau sepeda dengan range harga yang mirip atau yang lebih murah.

Kamu bisa check penampakan MTB XC Thrill Vanquish 1.0 setelah adanya perubahan dan penyesuaian di youtube saya melalui link di bawah ini ya.

MTB Cross Country (XC) Thrill Vanquish Upgrade Tipis

Ceritakan Petualangan Seru Lewat Video

Sering traveling? Jalan-jalan? Atau berpetualang? Asik banget tuh, apalagi jika dilakukan bersama dengan kerabat, teman, atau orang terdekat, pastinya menjadi momen yang sangat spesial buat kamu kan?

Rasanya sayang sekali jika momen-momen spesial itu tidak kita abadikan, betul kan? Dengan teknologi yang semakin canggih, mengabadikan momen bersama orang-orang terdekat menjadi semakin mudah, semua orang bisa melakukannya, seperti mengambil foto dengan kamera ponsel yang saat ini sudah semakin bagus. Apalagi di dukung adanya media sosial untuk berbagi seperti instagram dan kawan-kawannya.

Ceritakan Petualangan Seru Lewat Video

Tapi apakah cukup hanya dengan foto? Seharusnya sih, tidak hanya foto saja ya, karena saat ini teknologi perekaman video di ponsel juga sudah semakin bagus dan canggih.

Ya, sekali lagi, teknologi saat ini benar-benar memudahkan kita, fitur perekaman video di smartphone juga bisa kita jadikan alternatif dalam mengabadikan momen. Video tentunya dapat menyimpan kenangan secara lebih nyata daripada foto. Saat ini, dunia videografi berkembang sangat bagus, siapa yang tidak tau platform seperti Youtube, Tiktok, Instagram dan kawan-kawannya, yang di sana kita dapat dengan mudah menemukan konten-konten video yang mampu menghibur kita.

Nah, mengabadikan momen seru kamu dalam bentuk video, selain bisa menjadi sebuah kenangan manis buat kamu, juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang loh, bahkan jika kamu pandai membuat video yang berbau-bau cinematic, seseorang yang menonton bisa ikut terhanyut dalam suasana.

Perlu kamu tau juga, bahkan di dunia bisnis, video juga mulai diperhitungkan loh, sekarang tidak jarang kita temui iklan-iklan yang bertebaran di media sosial menggunakan media berupa video kan? Ya, sudah banyak pengelola bisnis menggunakan video sebagai senjata ampuh mereka dalam berpromosi. Penyampaian pesan promosi dalam bentuk video dianggap lebih efektif dan mengena daripada sekedar gambar atau foto.

Kamu sendiri, apakah sudah mencoba mengabadikan setiap momen dalam bentuk video? Atau kamu masih berpikiran “bikin video itu kan susah dan makan waktu?”. Memang betul, akan tetapi dengan kecanggihan teknologi yang ada, saya yakin kamu juga pasti bisa kok, apalagi sekarang kita bisa mengolah video langsung dari aplikasi di smartphone, aplikasi untuk edit video cepat di smartphone saat ini juga mudah kamu temukan, sebagai rekomendasinya kamu bisa cek di artikel ini, Edit Video Cepat di Smartphone Dengan Aplikasi Ini

Nah, mulailah dari video sederhana terlebih dahulu, abadikan setiap momen perjalanan atau petualangan kamu, lama-lama kamu akan terbiasa dan feeling kamu akan semakin terasah dalam membuat video, ini otomatis sih, kalau kamu sering ngambil footage maka kemampuanmu juga akan semakin meningkat. Itu juga yang saya rasakan selama ini, saya memang bukan videografer profesional, namun saya merasakan adanya peningkatan dalam pengambilan footage dan pengolahan videonya.

Jadi, sudah merekam momen apa hari ini?

Single Chainring Pada MTB Atau Sepeda Gunung

Sebelumnya kamu harus tau dulu ya, bahwa saya ini sangat menyukai olahraga bersepeda, saya sudah menekuni hobi bersepeda sejak beberapa tahun silam, meski saya tidak memiliki target untuk menjadi seorang atlet sepeda, namun saya sangat menikmati olahraga ini.

Ada banyak jenis sepeda di dunia ini, namun selama ini saya lebih banyak terjun di sepeda gunung atau mountain bike berjenis cross country (XC), karena menurut saya ini adalah jenis sepeda yang paling flexible, mampu melibas medan yang lebih bervariasi baik medan halus (aspal) maupun offroad (ringan), sehingga saya bisa menjangkau lebih banyak tempat yang memiliki medan jalan bervariasi.

Single Chainring Pada Sepeda Gunung (MTB)

Nah, di dunia sepeda gunung sendiri, saya memiliki preferensi atau set-up tersendiri untuk sepeda saya, yang tentunya nyaman untuk saya. Dari banyak set-up yang ada pada sepeda gunung, salah satu yang saya terapkan adalah sistem single chainring atau banyak juga yang bilang single crank.

Lalu, apa sih single chainring itu? Bagi, yang baru mulai bermain sepeda mungkin ada yang belum tau ya, yuk langsung kita bahas saja.

Single chainring, khususnya di sepeda gunung adalah penggunaan satu chainring dengan jumlah mata gigi tertentu pada crankset. Crankset sendiri terdiri dari pedal, lengan ayun (crank), chainring, dan biasanya ada yang mengikutsertakan bottom bracket dalam sebuah paket penjualan crankset. Nah untuk penggunaan chainring pada crankset itu bervariasi, kita bisa mengaplikasikan single chainring ataupun multi chainring (Double Chainring / Triple Chainring). Setiap orang tentunya memiliki set-up sendiri dalam penggunaan chainring ya, tergantung dari kebutuhan dan kenyamanan setiap orang. Untuk saya sendiri lebih memilih mengaplikasikan single chainring dengan jumlah mata gigi 32T pada sepeda saya. Jumlah mata gigi tidak harus menggunakan 32T ya, kamu juga bisa memilih 30T, 34T, atau bahkan 36T, sesuai kebutuhan saja, namun yang paling umum ditemui biasanya 32T atau 34T.

Single Chainring Pada Sepeda Gunung (MTB)

Lalu, mengapa memilih single chainring?

Nah, single chainring memiliki beberapa kelebihan yang menurut saya sudah sangat sesuai untuk kebutuhan saya dalam bersepeda, intinya kebutuhan saya dalam bersepeda mengarahkan saya agar menggunakan single chainring, sehingga tak tanggung-tanggung, saya mengaplikasikannya di dua sepeda gunung saya. Terus, apa saja kelebihan itu?

  1. Dari segi bobot, atau berat sepeda, tentunya akan lebih ringan ketimbang multi chainring ya, karena penerapannya yang hanya menggunakan satu chainring, otomatis kita tidak perlu menggunakan FD atau Front Derailleur (pemindah gigi depan) serta shifter lever kiri beserta perkabelannya yang tentunya mengurangi bobot sepeda, biasanya antara 300 sampai 500 gram, jumlah bobot yang mungkin kecil, namun efeknya akan terasa ketika kita bersepeda menanjak.
  2. Dari segi tampilan, sepeda akan terlihat lebih simple dan bersih, karena tidak ada FD, Shifter Lever sebelah kiri, dan tentunya berkurang satu ruas kabel. Sehingga pada bagian kokpit (handlebar), jalur perkabelan, serta sekitar crankset, akan terlihat lebih simpel. Ground Clearance pun semakin tinggi karena kita tidak menggunakan chainring dengan jumlah mata gigi yang besar.
  3. Penerapan single chainring juga membuat kita semakin cepat beradaptasi dengan medan yang kita lalui saat bersepeda, karena kita tidak perlu memikirkan rasio gear juga chain cross (rantai menyilang parah) karena salah komposisi gear. Jadi ketika kita bersepeda dan bertemu dengan tanjakan ataupun turunan, respon kita untuk menyesuaikan medan akan lebih cepat karena hanya mengoperasikan Shifter Lever kanan untuk memindah gigi belakang saja.
  4. Lebih mudah maintenance sepeda kamu tentunya, karena tidak adanya fungsi FD sehingga kamu tidak perlu lagi seting FD secara berkala, bisa kamu fokuskan ke part lain yang juga membutuhkan pengecekan berkala seperti RD (Rear Derailleur/Pemindah Gigi Belakang). Jadi untuk yang biasa melakukan pengecekan sepeda sendiri, tentunya lebih simpel dan hemat waktu.

Single chainring idealnya dipadukan dengan sprocket (gear belakang) 10 speed, dengan komposisi mata gigi 11T-42T dengan tujuan untuk memperlebar rasio, karena tentunya pilihan rasio gear pada set-up single chainring tidak sebanyak multi chainring. Namun pada kenyataannya banyak yang mengaplikasikan singe chainring 1×9 speed, dengan memilih sprocket 9 speed 11T-42T yang kini mulai banyak beredar di pasaran dan tutorialnya pun sangat mudah ditemukan di youtube. Salah satu pabrikan sepeda luar negeri bahkan merilis MTB dengan set-up single chainring 1×9 speed, yang memadukan crank single chainring 30T dengan sprocket 9 speed 11T-40T. Selain itu, pabrikan sepeda saat ini juga mulai banyak yang menerapkan single chainring sebagai standart sepeda XC Modern yang mereka rilis.

Sekali lagi, set-up single chainring ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan kita dalam bersepeda ya, cocok untuk saya belum tentu cocok untuk orang lain, karena pada dasarnya setiap pesepeda punya kebutuhan dan preferensinya sendiri. Sebagai dasar saya dalam menggunakan set-up ini adalah, saya tidak ingin ribet memikirkan rasio gear, agar saya tidak lambat atau lebih cepat dalam menyesuaikan medan yang saya lalui, sepeda saya pun menjadi terlihat lebih simpel, serta bobot terpangkas meski sedikit. Soal gak dapet speed di medan datar, saya menggunakan sepeda gunung memang tidak pernah terpikirkan untuk mengejar speed, prinsipnya kalau saya mau ngejar speed lebih baik saya menggunakan sepeda jenis lain yang memang lebih pas untuk ngebut, seperti roadbike, atau mungkin bisa juga sepeda lipat.

Intinya, tetap buatlah sepedamu senyaman mungkin untuk kamu, bukan membuat sepedamu menjadi seperti sepeda orang lain, tapi justru tidak nyaman ketika kamu gunakan. Tetap konsisten bersepeda, semoga informasi ini bisa bermanfaat buat kamu ya. Jika ada kekurangan silahkan bisa tinggalkan komentar kamu. Kalau mau follow saya di instagram boleh kok, siapa tau bisa gowes bareng. Instagram : @aditiarahargian

Thanks.

Jalur Gowes Asik Dan Keren

Open chat
Ada yang ingin ditanyakan?