ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Ceritakan Petualangan Seru Lewat Video

Sering traveling? Jalan-jalan? Atau berpetualang? Asik banget tuh, apalagi jika dilakukan bersama dengan kerabat, teman, atau orang terdekat, pastinya menjadi momen yang sangat spesial buat kamu kan?

Rasanya sayang sekali jika momen-momen spesial itu tidak kita abadikan, betul kan? Dengan teknologi yang semakin canggih, mengabadikan momen bersama orang-orang terdekat menjadi semakin mudah, semua orang bisa melakukannya, seperti mengambil foto dengan kamera ponsel yang saat ini sudah semakin bagus. Apalagi di dukung adanya media sosial untuk berbagi seperti instagram dan kawan-kawannya.

Ceritakan Petualangan Seru Lewat Video

Tapi apakah cukup hanya dengan foto? Seharusnya sih, tidak hanya foto saja ya, karena saat ini teknologi perekaman video di ponsel juga sudah semakin bagus dan canggih.

Ya, sekali lagi, teknologi saat ini benar-benar memudahkan kita, fitur perekaman video di smartphone juga bisa kita jadikan alternatif dalam mengabadikan momen. Video tentunya dapat menyimpan kenangan secara lebih nyata daripada foto. Saat ini, dunia videografi berkembang sangat bagus, siapa yang tidak tau platform seperti Youtube, Tiktok, Instagram dan kawan-kawannya, yang di sana kita dapat dengan mudah menemukan konten-konten video yang mampu menghibur kita.

Nah, mengabadikan momen seru kamu dalam bentuk video, selain bisa menjadi sebuah kenangan manis buat kamu, juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang loh, bahkan jika kamu pandai membuat video yang berbau-bau cinematic, seseorang yang menonton bisa ikut terhanyut dalam suasana.

Perlu kamu tau juga, bahkan di dunia bisnis, video juga mulai diperhitungkan loh, sekarang tidak jarang kita temui iklan-iklan yang bertebaran di media sosial menggunakan media berupa video kan? Ya, sudah banyak pengelola bisnis menggunakan video sebagai senjata ampuh mereka dalam berpromosi. Penyampaian pesan promosi dalam bentuk video dianggap lebih efektif dan mengena daripada sekedar gambar atau foto.

Kamu sendiri, apakah sudah mencoba mengabadikan setiap momen dalam bentuk video? Atau kamu masih berpikiran “bikin video itu kan susah dan makan waktu?”. Memang betul, akan tetapi dengan kecanggihan teknologi yang ada, saya yakin kamu juga pasti bisa kok, apalagi sekarang kita bisa mengolah video langsung dari aplikasi di smartphone, aplikasi untuk edit video cepat di smartphone saat ini juga mudah kamu temukan, sebagai rekomendasinya kamu bisa cek di artikel ini, Edit Video Cepat di Smartphone Dengan Aplikasi Ini

Nah, mulailah dari video sederhana terlebih dahulu, abadikan setiap momen perjalanan atau petualangan kamu, lama-lama kamu akan terbiasa dan feeling kamu akan semakin terasah dalam membuat video, ini menurut saya otomatis sih, kalau kamu sering ngambil footage maka kemampuanmu juga akan semakin meningkat, kita bisa karean terbiasa. Itu juga yang saya rasakan selama ini, saya memang bukan videografer profesional, namun saya merasakan adanya peningkatan dalam pengambilan footage dan pengolahan videonya.

Jadi, sudah merekam momen apa hari ini? Jangan lupa ceritakan petualangan seru lewat video ya. Kita tidak akan pernah tau jika tidak mencobanya, siapa sangka kita bisa menjadi videografer profesional atau bahkan memiliki channel youtube yang mampu berkembang dengan baik dan tentunya bisa kita monetisasi.

Single Chainring Pada Sepeda Gunung (MTB)

Saya termasuk orang yang sangat menyukai olahraga bersepeda, dan sudah menekuni hobi bersepeda sejak beberapa tahun silam. Meski saya tidak memiliki target untuk menjadi seorang atlet sepeda, namun saya sangat menikmati olahraga ini sebagai sarana untuk berolahraga bahkan rekreasi.

Berbicara soal sepeda, ada banyak jenis sepeda di dunia ini, namun saat ini saya lebih banyak terjun di sepeda gunung atau mountain bike berjenis cross country (XC), karena menurut saya ini adalah jenis sepeda yang paling flexible, mampu melibas medan yang lebih bervariasi baik medan halus (aspal) maupun offroad (ringan), sehingga saya bisa menjangkau lebih banyak tempat yang memiliki medan jalan bervariasi.

Single Chainring Pada Sepeda Gunung (MTB)

Nah, di ranah sepeda gunung sendiri, saya memiliki preferensi atau set-up tersendiri untuk sepeda saya, yang tentunya nyaman untuk saya. Dari banyak set-up yang dapat diaplikasikan di sepeda gunung, salah satu yang saya terapkan adalah sistem single chainring atau banyak juga yang menyebutnya single crank.

Lalu, apa itu single chainring? Bagi, yang baru mulai bermain sepeda mungkin ada yang belum tau, yuk langsung simak saja penjelasan sederhananya berikut ini.

Single chainring, khususnya di sepeda gunung adalah penggunaan satu chainring dengan jumlah mata gigi tertentu pada crankset. Crankset sendiri terdiri dari pedal, lengan ayun (crank), chainring, dan biasanya ada yang mengikutsertakan bottom bracket dalam sebuah paket penjualan crankset. Nah untuk penggunaan chainring pada crankset itu berbeda-beda, kita bisa mengaplikasikan single chainring ataupun multi chainring (Double Chainring / Triple Chainring).

Setiap orang tentunya memiliki set-up sendiri dalam penggunaan chainring ya, tergantung dari kebutuhan dan kenyamanan setiap orang. Untuk saya sendiri lebih memilih mengaplikasikan single chainring dengan jumlah mata gigi 32T pada sepeda saya. Jumlah mata gigi tidak harus menggunakan 32T ya, kamu juga bisa memilih 30T, 34T, atau bahkan 36T, sesuai kebutuhan saja, namun yang paling umum ditemui biasanya 32T atau 34T.

Single Chainring Pada Sepeda Gunung (MTB)

Mengapa memilih single chainring?

Single chainring memiliki beberapa kelebihan yang menurut saya sudah sangat sesuai untuk kebutuhan saya dalam bersepeda. Pada intinya kebutuhan saya dalam bersepeda mengarahkan saya agar menggunakan single chainring, sehingga tak tanggung-tanggung, saya mengaplikasikannya di dua sepeda gunung saya. Terus, apa saja kelebihan itu?

  1. Dari segi bobot, atau berat sepeda, tentunya akan lebih ringan ketimbang multi chainring ya, karena penerapannya yang hanya menggunakan satu chainring, otomatis kita tidak perlu menggunakan FD atau Front Derailleur (pemindah gigi depan) serta shifter lever kiri beserta perkabelannya yang tentunya mengurangi bobot sepeda, biasanya antara 300 sampai 500 gram, jumlah bobot yang mungkin kecil, namun efeknya akan terasa ketika kita bersepeda menanjak.
  2. Dari segi tampilan, sepeda akan terlihat lebih simple dan bersih, karena tidak ada penggunaan Front Derailleur (FD), Shifter Lever sebelah kiri, dan tentunya berkurang satu ruas kabel. Sehingga pada bagian kokpit (handlebar), jalur perkabelan, serta sekitar crankset, akan terlihat lebih simpel. Ground Clearance pun semakin tinggi karena kita tidak menggunakan chainring dengan jumlah mata gigi yang besar.
  3. Penerapan single chainring juga membuat kita semakin cepat beradaptasi dengan medan yang kita lalui saat bersepeda, karena kita tidak perlu memikirkan rasio gear juga chain cross (rantai menyilang parah) karena salah komposisi gear. Jadi ketika kita bersepeda dan bertemu dengan tanjakan ataupun turunan, respon kita untuk menyesuaikan medan akan lebih cepat karena hanya mengoperasikan Shifter Lever kanan untuk memindah gigi belakang saja.
  4. Lebih mudah maintenance sepeda kamu tentunya, karena tidak adanya fungsi FD sehingga kamu tidak perlu lagi seting FD secara berkala, bisa kamu fokuskan ke part lain yang juga membutuhkan pengecekan berkala seperti RD (Rear Derailleur/Pemindah Gigi Belakang). Jadi untuk yang biasa melakukan pengecekan sepeda sendiri, tentunya lebih simpel dan hemat waktu.

Single chainring idealnya dipadukan dengan sprocket (gear belakang) 10 speed, dengan komposisi mata gigi 11T-42T dengan tujuan untuk memperlebar rasio, karena tentunya pilihan rasio gear pada set-up single chainring tidak sebanyak multi chainring. Namun pada kenyataannya banyak yang mengaplikasikan singe chainring 1×9 speed, dengan memilih sprocket 9 speed 11T-42T yang kini mulai banyak beredar di pasaran dan tutorialnya pun sangat mudah ditemukan di youtube. Salah satu pabrikan sepeda luar negeri bahkan merilis MTB dengan set-up single chainring 1×9 speed, yang memadukan crank single chainring 30T dengan sprocket 9 speed 11T-40T. Selain itu, pabrikan sepeda saat ini juga mulai banyak yang menerapkan single chainring sebagai standart sepeda XC Modern yang mereka rilis.

Sekali lagi, set-up single chainring ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan kita dalam bersepeda ya, cocok untuk saya belum tentu cocok untuk orang lain, karena pada dasarnya setiap pesepeda punya kebutuhan dan preferensinya sendiri. Sebagai dasar saya dalam menggunakan set-up ini adalah, saya tidak ingin ribet memikirkan rasio gear, agar saya tidak lambat atau lebih cepat dalam menyesuaikan medan yang saya lalui, sepeda saya pun menjadi terlihat lebih simpel, serta bobot terpangkas meski sedikit. Soal gak dapet speed di medan datar, saya menggunakan sepeda gunung memang tidak pernah terpikirkan untuk mengejar speed, prinsipnya kalau saya mau ngejar speed lebih baik saya menggunakan sepeda jenis lain yang memang lebih pas untuk ngebut, seperti roadbike, atau mungkin bisa juga sepeda lipat.

Intinya, tetap buatlah sepedamu senyaman mungkin untuk kamu, bukan membuat sepedamu menjadi seperti sepeda orang lain, tapi justru tidak nyaman ketika kamu gunakan. Tetap konsisten bersepeda, semoga informasi ini bisa bermanfaat buat kamu ya. Jika ada kekurangan silahkan bisa tinggalkan komentar kamu. Kalau mau follow saya di instagram boleh kok, siapa tau bisa gowes bareng. Instagram : @aditiarahargian

Jalur Gowes Asik Dan Keren

Edit Video Cepat dan Mudah di Smartphone Dengan Aplikasi Ini!

Buat kamu yang mulai tertarik dengan videografi dan iseng-iseng mulai sering upload video di media sosial atau bahkan youtube, pastinya mulai mencari-cari software editing video kan?

Entah itu software untuk desktop maupun smartphone, namun biasanya untuk seorang pemula di videografi, dia akan mengawali editing video menggunakan aplikasi di smartphone, yang tentunya lebih sederhana dan mudah untuk digunakan ketimbang software editing di desktop macam Adobe Premier, Sony Vegas dan lain sebagainya.

Aplikasi Edit Video Cepat Di Smartphone

Nah kamu sendiri mungkin sering bertanya-tanya, aplikasi paling bagus untuk edit video di smartphone itu apa ya?

Sebelumnya, kamu harus tau dulu, bahwa bagus atau tidaknya sebuah aplikasi, khususnya editing video, itu relatif ya, setiap orang punya pandangan berbeda, didasarkan pada pengalamannya masing-masing dalam menggunakan aplikasi editing video di smartphone.

Ketika berbicara pengalaman dalam menggunakan aplikasi editing video di smartphone ada beberapa rekomendasi terbaik dari saya nih, tentunya berdasarkan pengalaman saya dalam menggunakannya selama ini ya, langsung saja cek.

  1. Inshot. Yang paling menonjol dan penting menurut saya dari aplikasi ini sih, karena video yang diekspor support kualitas FullHD (1080) 60 fps, jadi sudah cukup bagus untuk kualitas video jaman sekarang, dengan catatan smartphone yang digunakan juga sudah mendukung kualitas FullHD (1080) 60 fps juga ya. Penggunaannya yang simpel dan mudah, sehingga sangat mendukung untuk kita yang butuh cepat dalam mengolah video. Fitur-fitur dasar pun lengkap, hanya saja, kekurangan yang saya temukan adalah tidak adanya transisi ketika berpindah dari scene ke scene.
  2. Quik by Gopro. Untuk aplikasi yang satu ini, saya pakai karena saya sering menggunakan perangkat Gopro, sehingga saya kadang menggunakannya juga untuk menghias scene tertentu dengan aksen Gopro. Tenang saja, kamu tetap bisa mengolah video dari galeri kamu meskipun video itu tidak direkam dengan kamera Gopro kok. Selain itu Quik juga membawa fitur edit otomatis, yang akan memotong video kamu secara otomatis dan menyesuaikan antara musik dengan video kamu.
  3. Premiere Clip. Nah, sedangkan aplikasi yang satu ini sebagai pelengkap saja buat saya, untuk menutup kelemahan Inshot yang tidak menyediakan fitur transisi, maka untuk membuat transisi di tiap scene, saya menggunakan Premiere Clip, juga untuk meningkatkan volume suara yang kadang dalam kondisi tertentu, hasil rekaman video kita suaranya terlalu kecil.
  4. VN Video Editor. Editor video yang satu ini merupakan salah satu yang kekinian. Memiliki template yang bisa kita gunakan agar mengedit video menjadi lebih mudah. VN menjadi salah satu editor video yang sering digunakan membuat video pendek untuk konten seperti Tiktok dan Instagram Reels, sangat direkomendasikan untuk kita yang eksis di Tiktok maupun Reels.

Selain itu, ketiga aplikasi tersebut bisa memproduksi video tanpa watermark atau embel-embel aplikasinya loh, jadi video kita lebih bersih atau bisa kita isi dengan watermark kita sendiri, seperti di inshot kita bisa menempelkan stiker atau gambar png misal seperti logo brand kita sendiri.

Sejauh pengalaman saya, 4 aplikasi itu saja sih yang menurut saya sangat bagus dan powerfull untuk memproduksi video dengan cepat. Keempatnya ada di smartphone saya dan selalu saya gunakan bergantian. Khusus buat kamu yang sering bikin video pendek seperti untuk konten instagram, sangat cocok dan saya rekomendasikan untuk mencoba 4 aplikasi edit video cepat dan mudah di atas. Namun kembali lagi ya, bagus disini berdasarkan pengalaman saya saja. Semoga bisa bermanfaat buat kamu.

Untuk contoh-contoh hasil video pendek yang saya buat dan sering saya edit menggunakan aplikasi tersebut diatas, kamu bisa cek di instagram saya ya, mau follow buat berteman juga boleh loh. Instagram : @aditiarahargian

Open chat
Ada yang ingin ditanyakan?